Sebuah
kelereng warna-warni berputar pelan di atas meja yang penuh dengan lembaran
kertas coretan abkstrak, ketika kelereng itu berhenti, tangan mulus Elisa
kembali memutarkannya. Raut wajahnya sama sekali tidak tertarik pada kelereng
itu namun ketika berhenti tangannya tak bisa menahan diri untuk kembali
memutarnya, seakan-akan dunia akan berhenti apabila kelereng itu tak diputar.
wajahnya terlihat sekali sedang bingung, tiba-tiba saja sesosok tangan
menyentil kelereng yang sedari tadi awet berputar. hal itu membuat Elisa
memalingkan wajahnya dan mengubah rautnya seperti ingin marah.
“lagi
galau yaa, udah jadi belon kuenya ?” ledek Vera sembari tersenyum jahil melihat
sahabatnya yang sedang dirundung kegelisahan.
“udah,
ampe larut malem gue buatnya nih. tapi…” nadanya melambat dan tiba-tiba hilang.
disusul dengan cekikikan Vera yang semakin menjadi-jadi melihat sahabatnya Kiki
tiba-tiba datang merangkul Vera sembari melirik-lirik jahil pada Elisa.
“Sumpah,
gue nervous abis Sob !” kata-kata
Elisa terdengar memelas. ia tidak yakin dan sampai sekarang tidak percaya pada
apa yang akan dilakukannya. menembak seorang cowok bagi seorang cewek yang
kalem seperti Elisa merupakan hal yang sangat tabu. ia seperti tersihir oleh
perkataan Vera dan Kiki yang membujuknya untuk menyatakan cintanya pada Arvin
yang sialnya juga seorang cowok super dingin.
TO BE CONTINUED...........???
Tidak ada komentar:
Posting Komentar