Selasa, 26 Maret 2013

sepotong kue untuk Arvin


Sebuah kelereng warna-warni berputar pelan di atas meja yang penuh dengan lembaran kertas coretan abkstrak, ketika kelereng itu berhenti, tangan mulus Elisa kembali memutarkannya. Raut wajahnya sama sekali tidak tertarik pada kelereng itu namun ketika berhenti tangannya tak bisa menahan diri untuk kembali memutarnya, seakan-akan dunia akan berhenti apabila kelereng itu tak diputar. wajahnya terlihat sekali sedang bingung, tiba-tiba saja sesosok tangan menyentil kelereng yang sedari tadi awet berputar. hal itu membuat Elisa memalingkan wajahnya dan mengubah rautnya seperti ingin marah.
“lagi galau yaa, udah jadi belon kuenya ?” ledek Vera sembari tersenyum jahil melihat sahabatnya yang sedang dirundung kegelisahan.
“udah, ampe larut malem gue buatnya nih. tapi…” nadanya melambat dan tiba-tiba hilang. disusul dengan cekikikan Vera yang semakin menjadi-jadi melihat sahabatnya Kiki tiba-tiba datang merangkul Vera sembari melirik-lirik jahil pada Elisa.
“Sumpah, gue nervous abis Sob !” kata-kata Elisa terdengar memelas. ia tidak yakin dan sampai sekarang tidak percaya pada apa yang akan dilakukannya. menembak seorang cowok bagi seorang cewek yang kalem seperti Elisa merupakan hal yang sangat tabu. ia seperti tersihir oleh perkataan Vera dan Kiki yang membujuknya untuk menyatakan cintanya pada Arvin yang sialnya juga seorang cowok super dingin.

TO BE CONTINUED...........???

Tidak ada komentar:

Posting Komentar